Bangun Jiwa Kewirausahaan, Fakultas Adab & Humaniora Gelar Stadium General

Posted on

Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar acara Stadium General Kewirausahaan di aula gedung Anwar Musaddad pada Kamis, 21 November 2019 dengan tema “Set Up Your Mind to be A Good Entrepreneur in Industrial Revolution 4.0 Era”. Acara yang dihadiri para mahasiswa dan dosen FAH tersebut mendatangkan ketua Umum KADIN Kabupaten Bandung & ketua Umum HIPMI Kabupaten Bandung sebagai pembicara dan dipandu oleh Dr. H. Dedi Supriadi, M.Hum., dosen Bahasa dan Sastra Arab sekaligus wakil dekan II bidang administrasi umum FAH.

Satdium General Kewirausahaan UIN Bandung

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Adab dan Humaniora, Dr. Setia Gumilar, M.Si. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan terimakasih kepada para dosen yang telah mengizinkan mahasiswanya untuk mengikuti acara stadium general. Menurutnya, kewirausahaan sangat penting diberikan kepada para mahasiswa, karena seiring dengan perubahan zaman yang saat ini telah memasuki era revolusi industri 4.0, para mahasiswa perlu bekal kewirausahaan untuk menghadapi berbagai tantanganya.

“Saat ini, peluang usaha lebih terbuka dibanding zaman dulu sebelum teknologi berkembang, sehingga melek teknologi harus dimiliki semua orang untuk bersaing di dunia usaha,” ujarnya.

Dekan juga memberikan contoh beberapa pengusaha muda sukses di era digital. “Lihat saja Facebook, Tokopedia, Bukalapak, Gojek dan lain sebagainya yang bisa kita jadikan contoh. Kita juga bisa mengikuti jejak mereka, tapi tentunya harus ada kemauan”, lanjutnya.

Setia Gumilar juga meminta pada kedua pembicara agar para mahasiswa diberikan treatment agar memiliki jiwa kewirausahaan. Karena menurutnya saat ini baru 1,6 persen saja di Indonesia yang menjadi pengusaha. “Setelah stadium general kewirausahaan ini, Saya harap para mahasiswa memiliki gambaran wirausaha, kemana arah lulusan Bahasa dan Sastra Arab, kemana Bahasa dan Sastra Inggris & kemana arah jurusan Sejarah Peradaban Islam. Dari semua yang hadir sekitar 700 orang ini, minimalnya 50 persen jadi pengusaha.” jelasnya.

Menutup sambutannya, dekan mengutip ungkapan seorang pengusaha terkenal, alm Bob Sadino. “Bob Sadino pernah bilang ‘Orang pinter gampang cari kerja, dia jadi karyawan. Orang bodoh susah cari kerja, dia buka usaha. Akhirnya banyak orang pintar punya bos orang bodoh’, mohon quote ini dijelaskan oleh pembicara dan para mahasiswa diberi arahan agar tidak ada salah persepsi,” candanya, yang disambut tawa para peserta.

Satdium General Kewirausahaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Bandung

Sesi panel pertama stadium general diisi oleh Dani Gusnadi, SE., MM. Dalam pemaparannya Ketua HIPMI Kabupaten Bandung ini mengajak mahasiswa untuk berani memulai usaha dengan modal kecil terlebih dahulu dan banyak bergaul dengan para wirausahawan agar banyak menyerap ilmu dan pengalaman dari mereka. Dani juga banyak membagi pengalamannya menjalankan usaha percetakan/printing, barber shop, kuliner dan usaha lainnya hingga sukses seperti saat ini.

“Mengapa harus menjadi pengusaha?” Tanya Dani Gusnadi pada para peserta stadium general. “Ada beberapa alasan mengapa Saya memilih menjadi pengusaha, yang utama adalah karena Rasulullah sendiri yang mengatakan bahwa rezeki itu 10 dan 9 untuk pengusaha,” jelasnya.

Satdium General Kewirausahaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung DjatiBandung

“Dengan berdagang, interaksi Rasulullah dengan umat dan masyarakat jadi lebih intens dan banyak, bahkan kita tahu sejarah masuknya Islam ke Indonesia juga banyak melalui jalur perdagangan”. tambahnya.

Dani juga menjelaskan keuntungan lainnya untuk yang memilih menjadi wirausaha, yaitu memiliki waktu yang lebih fleksibel, unlimited financial, hobi yang menghasilkan uang, bisa diwariskan dan lebih banyak waktu dengan keluarga.

Sesi panel kedua diisi oleh Ferry Sandiyana, SE., MM sebagai pembicara. Ketua Umum Kadin Kabupaten Bandung itu mengambil tema mindset wirausaha, Ferry mencoba membangun jiwa wirausaha para mahasiswa. Ia mengatakan bahwa jumlah pengusaha di Indonesia ini berdasarkan data hanya 1,6 persen saja, sedangkan menurut data juga, kenaikan kelas menengah di Indonesia ini cukup pesat. “Konsumsi kelas menengah mencapai 290T per bulan, sehingga masih terbuka lebar pangsa pasar bagi yang ingin menjadi pengusaha,” ujarnya.

Stadium General Kewirausahaan FAH UIN Bandung

Ferry juga mengajak para mahasiswa agar segera memulai usaha saat ini juga dan jangan menunda-nunda. “Ayo dicoba dari sekarang, dari yang kecil-kecil dulu, misal jadi reseller online. Kalau tidak dari sekarang, kapan lagi.” lanjutnya.

Menurutnya, satu tahun pertama menjadi pengusaha memang berat. Namun seorang pengusaha harus konsisten dalam bisnisnya dan jangan terlalu sering pindah-pindah bidang usaha. “Kegagalan seharusnya membuat kita semakin terlatih untuk membuat kita semakin tahu dan semakin bisa mengatasi permasalahan, jangan sering pindah pindah bidang karena kita jadi mulai dari nol lagi,” jelasnya.

“Jangan pernah takut gagal, pengusaha itu harus siap dibawah dan diatas. Jika sedang sukses, menabunglah.” lanjut Ferry.

Menutup pemaparannya, Ferry mengungkapkan bahwa menjadi wirausaha harus kreatif. “Wirausaha bukan mimpi, tapi dibangun dari mimpi.  Kita harus kreatif, contoh keripik Ma Icih, hanya keripik dikasih bumbu dan pedas berbagai level lalu dibungkus dengan kemasan yang menarik, akhirnya menjadi terkenal dan laku keras. Jadilah kreatif, dan kreativitas itu biasanya ada di anak muda.” Pungkasnya.

Acara stadium general kewirausahaan diselingi dengan pemberian banyak door prize menarik yang diberikan kepada para peserta. Sesi terakhir diisi dengan tanya jawab dan diskusi dengan kedua pembicara, antusiasme peserta cukup tinggi untuk menyampaikan berbagai pertanyaan dan permasalahan wirausaha, namun antusiasme ini harus dibatasi dengan waktu yang terbatas.