Rohanda Ingatkan Peserta Kursus untuk Memperhatikan KKNI & OBE dalam Menyusun RPS

Posted on

Pendidikan tinggi dimanapun selalu mendapat tantangan peningkatan mutu. Demikian juga dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, peningkatan mutu dalam rangka menuju Word Class University terus dilakukan dan menjadi perhatian utama para pimpinan berserta jajaran UIN SGD Bandung.

Kursus RPS KKNI OBE Rohanda UIN Bandung

Demikian halnya dengan Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung yang berkomitmen untuk meningkatkan mutu akademik. Salah satunya menggelar Kursus Menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Model Outcome-Based Education (OBE) di Aula Lantai 4 Ushuluddin Jalan AH. Nasution 105 Bandung, pada Kamis, 06 Pebruari 2020.

Kursus yang dipandu oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik, Dr. Radea Juli A. Hambali, M.Hum. ini menghadirkan fasilitator dari Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), UIN SGD Bandung. Dr. Izzah Faizah Siti Rusydati Khaerani, M.Ag., Sekretaris LPM dan dosen Prodi Bahasa dan Sastra Arab yang juga Kepala Pusat Audit dan Pengendalian Mutu LPM Rohanda, M.Ag.

RPS mata kuliah menyediakan matrik Visi, Misi, CPL (Capaian Pembelajaran Lulusan), CPMK (Capaian Pembelajaran Matakuliah), Deskripsi Materi Kuliah, Mater Kajian dan Bobot Kedalaman, Waktu Perkuliahan, Kriteria Indeks Penilaian, Sumber, dan RPKPS (Rencana Program dan Kegiatan Pembelajaran Semester).

Kursus RPS KKNI OBE Rohanda UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) pada dasarnya mengadaptasi OBE. KKNI merupakan kerangka penjenjangan kualifikasi SDM Indonesia yang menyandingkan, menyertakan, dan mengintegrasikan sektor pendidikan dan sektor pelatihan.

“Menyusun RPS hendaknya memerhatikan KKNI. Selebihnya dikuatkan dengan OBE. RPS model OBE perlu menambahkan profil lulusan program studi,” ujar Rohanda, M.Ag.

Hadir pada kegiatan kursus ini para Ketua & Sekretaris Jurusan serta para dosen yang berjumlah sekitar 60 orang. Antusiasme peserta dalam mengikuti kursus ini begitu menyeruak di kalangan peserta kursus, khususnya Dosen Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung. (86news.co)