A Brief History of Time: Menuju Tak Terbatas dan Melampauinya

Posted on
Judul buku : A Brief History of Time
Penulis : Stephen Hawking
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Cetakan : Keenam; November 2018
Ketebalan : 293 Halaman
Harga : Rp70.000
Ukuran : 15 x 20 cm
Penerjemah : Zia Anshor
ISBN : 978-979-22-9212-1

Oleh: Adi Maulia Rahman (Mahasiswa BSA UIN Bandung Semester 2 Tahun 2020)

Alasan saya memilih buku ini untuk diresensi, pertama karena saya menyukai buku yang membicarakan tentang fisika kosmologi, kedua karena minat baca saya kurang, jadi untuk meningkatkan minat baca, saya mulai membaca buku yang menarik minat baca saya, ketiga karena buku yang sudah benar benar saya baca hanya buku ini, jadi mungkin hasil resensinya akan lebih memuaskan daripada saya memilih buku lain.

Resensi Buku A brief history of time, Adi Maulia Rahman
Resensi Buku A Brief History of Time oleh Adi Maulia Rahman

Stephen hawkng adalah salah satu ilmuwan modern yang terkemuka, banyak karyanya yang sangat membantu dunia sains saat ini, yang paling terkenal adalah teori Big Bang, gravitasi kuantum dan radiasi hawking. Berbagai penghargaan telah didapatkannya, yang paing baru adalah BBVA Foundation of Knowledge Award. Stephen hawking meninggal pada 14 maret 2018 di usia ke-76. stephen hawking juga menulis buku, salah satu yang paling terkenal, buku yang akan diresensi yaitu “A brief history of time”.

Buku ini mempunyai sistematika yang baik karena setiap bab disusun secara terstruktur sehingga pembaca lebih mudah mengikuti alur pemikiran dari penulisnya.

Secara garis besar buku ini menjelaskan aktifitas di luar angkasa, teori teori fisika dan juga asal usul terciptanya alam semesta. Penulis merangkainya secara terstruktur agar pembaca yang awam pun dapat dengan mudah memahami apa yang dijelaskan oleh penulis.

Pada bab pertama, materi yang diangkat yaitu “Gambaran alam semesta”, bagaimana bentuk alam semesta ini, pendapat para ilmuwan berbeda beda, ada yang menyebutkan dunia kita berada diatas punggung kura yang dibawahnya terdapat banyak kura kura sebagai penopang, tentu itu dianggap lelucon dan banyak yang membantah pernyataan tersebut, tetapi apa yang kita tahu tentang alam semesta?

Berlanjut pada bab kedua, kita dibawa untuk mempelajari ruang dan waktu, dua kata itu selalu saling berkaitan, seperti isim zaman dan isim makan, karena kita pasti selalu terikat ruang dan waktu, tempat atau posisi kita saat ini adalah implementasi dari ruang, kapan atau pukul berapa itu implementasi dari waktu, jadi kita tidak bisa lepas dari ruang dan waktu, karena itu akan selalu mengikuti kita.

Materi pada bab ketiga cukup menarik, karena mungkin menjawab pertanyaan umum “apakah alam semesta memiliki ujung?”, penulis menyebut bahwa alam semesta mengembang dan untuk jawaban dari pertanyaan tadi adalah “tidak ada jawaban pasti”, berkaitan dengan teori big bang bahwa awal terciptanya alam semesta bermula dari ledakan, tentu akibat dari ledakan itu membuat benda yang diledakan saling menjauh atau mengembang, itu berarti mungkin ujung alam semesta kian menjauh dan semakin luas.

“Sesuatu yang pasti adalah ketidakpastian” mungkin istilah itu sudah sering kita dengar, dalam ilmu sains pun ada sebuah teori yaitu kaidah ketidakpastian, contoh yang paing mudah adalah hampir tidak mungkin mengukur dua besaran secara bersamaan seperti posisi dan moementum suatu partikel.

“Zat di alam semesta terdiri dari empat unsur dasar, tanah, udara, api dan air. Unsur unsur itu dipengaruhi dua gaya, gravitasi, kecenderungan tanah dan air untuk turun dan levitasi, kecenderungan api dan udara untuk naik.”, itu pendapat aristoteles terkait zat yang ada di alam semesta. Sampai 37 tahun lalu, proton dan neutron dianggap zarah zat dasar. Gaya gravitasi salah satu dari gaya gaya dasar, gravitasi adalah gaya yang begitu lemah, sehingga efeknya biasanya diabaikan jika berurusan dengan zarah asar atau atom, tetapi kenyataannya bahwa gravitasi berjangauan jauh dan selalu bersifat menarik. Jadi untuk sebagian besar zarah zat, gaya gravitasi bisa mengalahkan gaya lain, itulah mengapa gravitasi menentukan evolusi alam semesta. Bahkan pada benda seesar bintang bisa menyebabkan runtuh. Penelitian Stephen hawking pada 1970an berfokus pada lubang hitam yang dihasilkan dari medan gravitasi kuat disekelilingnya.

Bab 6 berbicara tentang lubang hitam, lubang hitam tercipta dari runtuhnya sebuah bintang oleh gravitasinya sendiri yang menjadikan medan gravitasi kuat yang bahkan cahaya pun tidak luput dari tarikan gravitasinya.

Pada bab berikutnya dijelaskan bahwa lubang hitam tak begitu hitam, statement ini didukung dengan foto unggahan nasa baru baru ini yang berhasil memotret lubang hitam untuk pertama kali, pada foto tersebut terlihat lubang hitam dengan pinggiran berwarna orange, itu menunjukan bahwa lubang hitam tidak begitu gelap.

Kita akan diajak mengenal asal usul alam semesta dan takdirnya pada bab 8, seperti yang kita tahu bahwa teori yang paing terkenal terkait penciptaan alam semesta yaitu teori Big bang atau ledakan besar. Ilmuwan yang percaya teori ledakan besar, berasumsi bahwa akhir dari alam semesta pun akan sama dengan awal terciptanya alam semesta, rengkuhan besar atau big crunch. Teori ini adalah salah satu dari 3 skenario berakhirnya alam semesta, menurut teori Big bang, alam semesta meledak sekitar 14 miliar tahun yang lalu dan terus mengembang menjauhi pusat ledakan, yang pada satu waktu akan mengalami titik jenuh, dimana seluruh benda angkasa akan berhenti mengembang kemudian menyusut kembali menuju pusat ledakan tempat semuanya berawal. Itu semua hanya teori manusia, kita tidak tahu apa yang akan terjadi, siapa pencipta alam semesta atau tercipta sendiri.

Panah waktu, apakah kita tahu bahwa alur waktu kita maju ke masa deoan atau mundur ke masa lalu?, tidak ada yang tahu, tetapi dalam fisika, setidaknya ada 3 panah waktu yang membedakan masa lalu dan masa depan, panah termodinamika, arah waktu yang menunjukan kita berjalan menuju masa depan, bukan kemali ke masa lalu, panah psikologi, arah waktu yang menyebabkan kita bisa mengingat masa lalu, tapi tidak bisa meningat masa depan, panah kosmologi, arah waktu yang menujukan alam semesta mengembang bukan mneyusut. Ketiga panah waktu itu memiliki kesamaan, yaitu semuanya menunjukan arah ke masa depan.

Ada yang menarik pada bab 10, karena disini berbicara tentang perjalanan waktu dan lubang cacing. Sains fiksi yang sangat ingin diwujudkan adalah perjalanan waktu, ke masa lalu ataupun ke masa depan, apakah itu mungkin?, penulis menjelaskan ada kemungkinan untuk itu, dengan syarat ruang dan waktu harus dilengkungkan, seperti rel kereta yang memutari kota dan kembali ke stasiun yang sama setiap harinya, jika rel ruang dan waktu juga bisa dilengkungkan atau malah memang sudah melengkung, kemunkinan perjalanan waktu itu ada, tetapi jika perjalanan waktu itu ada, kita tidak bisa mengubah masa sekarang atau masa depan, seperti Grandfather paradox, jika kita membuat mesin waktu, kemudian kembali ke masa lalu, membunuh kakek kita, maka ayah kita tidak akan lahir, begitupun kita, maka mesin waktu tidak akan pernah dibuat, yang berarti kita tidak pernah ke masa lalu untuk membunuh kakek kita, dan begitu seterusnya, jadi apapun yang dilakukan di masa lalu tidak akan mengubah masa depan. Apa itu lubang cacing?, jika kalian pernah menonton film sains fiksi Interstellar, disana dijelaskan lubang cacing adalah sebuah jalan pintas untuk menuju suatu tempat di luar angkasa, misalnya untuk pergi ke galaksi terdekat kita, Andromeda membutuhkan 2,5 juta tahun cahaya, jika melewati lubang cacing, perjalanan akan lebih cepat, tetapi tentu akan ada konsekuensi untuk masuk kedalamnya, sampai sekarang tidak ada yang tahu apa isi dari lubang cacing.

Bab terakhir pada buku ini berjudul unifikasi fisika, adalah teori yang menggabungkan dua atau lebih teori yang menjelaskan fenomena tertentu kedalam suatu rumusan teori yang padu. Einstein menghabiskan bertahun tahun untuk menemukan teori terpadu ini, namun gagal, karena memang pada waktu itu masih kurangnya fakta fakta yang bisa mendukung teori ini, mungkin sekarang atau nanti kita tidak tahu, namun teori ini akan menjelaskan seluruh alam semesta, saat relativitas umum dan mekanika kuantum bertemu.

Pada bab terakhir, bab 12 yaitu kesimpulan dari awal sampai bab 11 tadi, intinyna disini merangkum semua penjelasan dari buku ini, yang menarik adalah pada paragraf terakhir, jika manusia menemukan teori lengkap, mungkin bisa menjawab pertanyan mengapa kita dan alam semesta ini ada?, jawaban itu akan menjadi pamungkas dari nalar manusia.

Bagian selanjutnya ada sedikit fakta tentang para ilmuwan seperti Albert einstein, Galileo galilei dan Isaac newton. Dilanjutkakan dengan daftar istilah dari kata kata ilmiah yang mungkin baru bagi sebagian orang. Dibagian akhir ada ucapan terima kasih penulis dan sedikit tentang penulis yaitu Stephen hawking.

Yang membuat buku ini berbeda dengan buku sains lain adalah alur cerita yang dirangkai dari tiap bab sangat rapi dan terstruktur, setiap materi dijelaskan secara spesifik, bahkan untuk yang belum mengenal fisika tetapi tertarik dengan bahasan kosmologi, apalagi buku ini ditulis oleh salah satu fisikawan terbaik dalam sejarah, yaitu Stephen hawking.

Kurangnya gambar menjadi salah satu titik lemah buku ini, terutama bagi orang yang jarang membaca buku. Mungkin diperbanyak gamar gambar seperti dalam buku sains lain yaitu Kosmos, agar orang yang ingin meningkatkan minat baca lebih tertarik pada buku ini.

Sasaran pembaca umumnya untuk semua orang, tetapi ini ditujukan khusus pada siswa SMA yang mengambil jurusan IPA, karena dalam buku ini banyak membicarakan teori teori fisika yang diajarkan di sekolah pada tingkat SMA, lebih lanjut lagi untuk mahasiswa jurusan astronomi dan kosmologi yang memang bahasannya terdapat didalam buku ini.