“Apakah Hidup ini Adil?”

Posted on

Judul Buku                : Rembulan Tenggelam di Wajahmu

Penulis                         : Tere Liye

Genre                          : Fantasi

Penerbit                       : Republika Penerbit

ISBN                           : 9 789791 102469

Tebal Buku                  : 425 Halaman

Harga Buku                 : Rp. 51.500 (harga diskon)

Oleh: Andrian Syamsul Ramli (Mahasiswa Bahasa & Sastra Arab Semester 2 Tahun 2020)

Ray. Sang pemilik kongsi bisnis terbesar, terbaring tak berdaya selama enam bulan di rumah sakit, terbaring dengan membawa pertanyaan-pertanyaan besar dalam hidupnya. Dan dia, diberi kesempatan sebelum ia terbaringkan tanpa daya untuk mengetahui jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Andrian Syamsul Ramli - BSA UIN Bandung
Resensi Novel oleh Andrian Syamsul Ramli

Dibawa oleh seseorang dengan wajah menyenangkan, kembali menapaki kisah-kisah masa lalu Ray. Masa lalunya yang pahit, kelam, tumbuh dengan cambukan rotan dan juga cambukan kenyataan. Mengenang kembali kehidupan selama 16 tahun di panti asuhan yang sangat dibencinya, mengingat betapa kejamnya penjaga panti tersebut, sampai akhirnya dia kabur, pergi menjauh untuk melupakan kehidupannya selama 16 tahun di panti itu.

Ray pergi sangat jauh. Entah seperti apa perjalanan yang dilaluinya, dan setelah sekian jauhnya ia berlari, Ray kembali dengan sosok yang berbeda, dia menjadi seorang pemilik imperium bisnis yang menggurita, pemilik kongsi bisnis terbesar. Akan tetapi, sejauh mana pun Ray berlari, dia tidak akan pernah melupakan kenangan hidupnya di panti itu. Panti asuhan yang menjadi penanam benih atas pertanyaan-pertanyaan besar dalam hidup Ray : Apakah hidup ini adil?

 

Novel ini merupakan buah karya seorang novelis terkenal, Tere Liye. Salah satu dari puluhan karya yang ia tulis. Dan yang paling hebatnya adalah semua novel yang bang Tere tulis ini, tidak pernah gagal untuk dibaca. Hampir semua karyanya sangat menginspirasi dan memotivasi terhadap para pembaca.

Salah satunya novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu ini. Bang Tere berhasil membawa para pembaca berpetualang dalam fragmen-fragmen kehidupan seorang yatim-piatu, yang harus hidup dengan berbagai cobaan hidup yang menimpanya. Kehidupan yang pahit, kelam, keras, kejam. Kehidupan yang menyenangkan, rasa kekeluargaan dan persaudaraan yang kental, juga kehidupan yang indah oleh cinta.

Masa kecil Ray dihabiskan di panti asuhan. Panti yang menjadi titik awal perjalanan Ray yang panjang. Ray pergi dari panti itu karena kesal atas perlakuan penjaga panti terhadapnya, Ray selalu dimarahi, bahkan tega dipukul dengan rotan, sampai dia jatuh sakit selama satu minggu di rumah sakit. Ray pergi. Menjadi anak jalanan di terminal. Menjadi preman.

Ray mempunyai satu keistimewaan dalam hidupnya, yaitu dia sangat bertuah, banyak memiliki keberuntungan. Saat dia menjadi anak jalanan di terminal, Ray berjudi. Hampir di setiap permainan dia menang, tidak pernah kalah. Akan tetapi, pemilik lempau ruko tempat Ray berjudi merasa kesal, karena Ray selalu menang. Pemilik lempau menyuruh tiga orang untuk melukai Ray. Ray pun diserang sampai ia dilarikan ke rumah sakit, dengan banyak luka tusukan.

Sesudah sembuh, Ray dititipkan lagi ke panti asuhan, namun panti asuhan yang berbeda. Panti yang menyenangkan, berbeda dengan panti sebelumnya. Di panti ini, Ray mendapat banyak pengalaman hidup baru yang tidak pernah didapatkan sebelumnya. Ray merasa nyaman dengan suasana kekeluargaan yang hangat, yang didapatkannya di panti ini. Bang Ape yang menjaga panti ini sangat baik, ada juga teman sekamar Ray yang sangat menyengkan, Natan Namanya, seorang anak dengan bakat menyanyi yang hebat. Ada Ilham, dengan bakat melukisnya yang indah.

Ray tidak lama tinggal di panti ini. Dia pergi karena masalah besar yang dihadapinya. Dan pada akhirnya, di setiap masalah yang dialami olehnya, Ray selalu pergi, menjauh sejauh jauhnya.

Meskipun Ray seorang yatim-piatu, yang dibesarkan di panti asuhan, Ray bisa menjadi orang besar. Setelah lari sejauh-jauhnya, bekerja keras dan cerdas, Ray menjadi orang terkaya, memiliki saham di berbagai perusahaan, menjadi pemilik kongsi bisnis terbesar di dunia. Namun, semua kemewahan yang menjadi miliknya, tidak menjadikan hatinya cerah. Hatinya tetap sepi. Malah pikirannya dipenuhi oleh pertanyaan-pertanyaan besar hidup. Salah satunya adalah “Apakah hidup ini adil ?”

           

Dan sebuah keberuntungan bagi Ray, dia mendapatkan jawabab atas pertanyaan-pertanyaan itu, sekaligus mengerti perjalanan hidupnya yang melelahkan itu. Ray sangat betuah.

 

Novel ini bagus sekali, cocok dibaca untuk orang-orang yang sedang galau oleh berbagai macam masalah hidupnya. Pembawaan ceritanya menyenangkan, alur ceritanya pun mudah diikuti dan dipahami. Pokoknya recommended banget lah buat klean 🙂

 

“Ray, kecil-besar nilai sebuah perbuatan, langit yang menentukan, kecil-besarnya pengaruh bagi orang, langit juga yang menentukan. Bukan berdasarkan ukuran manusia yang amat keterlaluan mencintai dunia ini.” Hal. 83

“Apa pun bentuk kehilangan itu, ketahuilah, cara terbaik untuk memahaminya adalah selalu dari sisi yang pergi. Bukan dari sisi yang ditinggalkan.” Hal. 315