Metode Amtsilati, Cara Mudah Belajar Nahwu Sharaf

Posted on

Judul buku      : QOIDATI

Penulis             : H.Taufiqul Hakim

Penerbit           : Al-Falah offset

Cetakan           : Kedua, Februari 2017

Halaman          : V + 60 halaman

Ukuran             : 15,5 x 23 cm

ISBN                   : 979-3777-10-9

Oleh: Fikroh Muhammad, mahasiswa BSA semester 2 tahun 2020 (fikrohnaxbtr@gmail.com)

Buku ini adalah salah satu buku pembelajaran tata bahasa Arab (Nahwu\Shorof) yang menyuguhkan metode yang mudah dipahami bagi para pemula yang ingin mempelajari tata bahasa arab (Nahwu\Shorof). Mempelajari ilmu Nahwu dan Shorof sudah menjadi makanan pokok khususnya bagi santri-santri yang mondok (tinggal) di lembaga pondok pesantren. Banyak metode-metode yang disuguhkan untuk mempelajari ilmu Nahwu dan Shorof, salah satu metode ilmu tersebut adalah metode Amtsilati dengan salah satu bukunya yaitu buku yang satu ini.

Fikroh Muhammad - BSA UIN Bandung
Resensi Buku oleh Fikroh Muhammad

Taufiqul Hakim atau yang dikenal sebagai Gus Taufiq adalah pengasuh podok pesantren Darul Falah Sidorejo, Bangsri, Jepara sekaligus menjadi Mursyid Thariqoh An-Naqsyabandhiyah. Banyak dari karya beliau yang dipakai masyarakat, khususnya para santri untuk menjadi pedoman dalam beragama.

Seperti judulnya, buku ini membahas tentang intisari rumus dan kaidah tata bahasa arab (Nahwu\Shorof) dengan penjelasan yang praktis dan jelas sehingga mudah untuk dicerna dan dipahami isinya. Selain itu, buku ini memliki struktur penulisan yang pembahasannya di bagi dengan beberapa tabel dan beberapa pertanyaan beserta jawabannya.

Pada bab pertama, ada beberapa materi yang di bahas. yaitu, jar majru, isim maqshur, macan-macam jama’, idhofah, pembagian i’rob, macam-macam dlomir beserta hukumnya, isim isyaroh dan isim maushul. Secara garis besar, pembahasan bab pertama meliputi macam-macam isim dan bagaimana cara menggunakan isim tersebut sesuai dengan hukumnya.

Pada bab berikutnya, menjelaskan tentang perbedaan isim (kata benda), fi’il (kata kerja) dan huruf. Dalam bab ini juga di jelaskan jauh lebih dalam mengenai macam-macam isim dan hukumnya. Ada juga hafalan thasrif ilstilahi dan lughowi.

Setelah kita mengenal macam-macam isim dan bagaimana cara menggnakan sesuai dengan hukumnya, materi selanjutnya yaitu kedudukan daripada isim itu sendiri. Ada beberapa contoh kedudukan seperti mubtada, khobar, isim kana wa akhwatuha, khobar kana, isim inna wa akhwatuha, khobar inna, la linafyil jinsi, ni’ma wa bi’sa, na’at, taukid, athof dan badal. Pada bab ini juga di jelaskan sedikit mengenai perubahan dari isim satu pada isim yang lain.

Cukup dengan pembahasan isim, pada bab berikutnya penulis membahas tentang apa itu fi’il (kata kerja). Secara garis besar fi’il ialah kata kerja. adapun pembagiannya, fi’il dibagi menjadi 3 bagian; madli, modhore, amar. Pada bab ini pula dibahas tentang ciri-ciri fi’il dan kedudukan daripada fi’il itu sendiri. Dalam bahasa Indonesia kita mengenal subjek, predikat, objek dan keterangan, begitu pula dalam bahasa arab  yang lebih dikenal dengan fi’il, fa’il dan maf’ul. Dalam bab ini kita bisa mengatahui apa itu fa’il dan apa itu maf’ul serta pembagian daripada fa’il dan maf’ul.

Dalam bab sebelumnya hanya mejelaskan tentang fi’il madli saja. Sisanya akan di jelaskan pada bab akhir yaitu menjelaskan fi’il madli dan fi’il amar. Tak hanya itu saja, dalam bab akhir juga di jelaskan sedikit tentang kedudukan isim yang belum dijelaskan pada bab sebelumnya. Karena ini adalah bab terakhir jadi materi yang belum terpaparkan pada bab sebelumnya akan dipaparkan pada bab akhir sehingga cukup banyak materi dalam bab akhir ini.

Ada nilai lebih dari buku ini yaitu buku ini sangat familier karena menggunakan bahasa Indonesia sehingga kita bisa memahaminya sendiri tanpa harus ada pembelajaran khusus. Tak seperti kitab nahwu/shorof pada umumnya yang menggunakan bahasa arab dan harus ada pembelajaran khusus agar bisa memahaminya.

Tak luput dari kekurangan, ada istilah-istulah yang di sebutkan tetapi tidak dijelaskan apa maksud dari istilah tersebut, sehingga menjadikan kebingungan tersediri terhadap sebagian pembaca.

Bagi para pemula yang ingin belajar dasar tata bahasa arab (nahwu/shorof), terutama bagi para santri yang kurang mengerti dengan dasar-dasar yang dijelaskan dalam kitab klasik (kitab kuning), buku ini bisa dijadikan alternatif pegangan, karena sangat mudah dipahami dan bisa menguatkan dasar-dasar ilmu nahwu/shorof.