Menjelajah Pengetahuan Sastra Melalui Ensiklopedia Sastra Dunia

Posted on
Judul buku     : Ensiklopedia Sastra Dunia
Penulis : Anton kurnia
Penerbit : DIVA Press
Cetakan : Pertama, Januari 2019
Ketebalan : 456 halaman
Harga : Rp 110.000
Ukuran : 15,5 x 24 cm
ISBN : 978-602-391-662-7

Oleh: Ilyassa Wijaya Kusumah (Mahasiswa BSA Semester 2 Tahun 2020)

Saya suka menjelajah pengetahuan dalam dunia sastra. Sehingga buku ini telah menjadi panduan praktis bagi saya sebagai mahasiswa bahasa dan sastra Arab. Selain itu, buku ini bisa menjadi bahan renungan akan kurangnya tradisi bangsa terhadap kontribusi dunia sastra.

Anton kurnia adalah cerpenis, esais, penerjemah, penyunting, dan penerbit. Sejak tahun 1997 ia telah menerjemahkan dan menyunting ratusan cerpen dan novel dari khazanah sastra dunia. Ia aktif di komite buku nasional yang dibentuk oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan. Sesekali ia menjadi narasumber dan pembicara dalam perhelatan sastra serta diskusi dan lokakarya tentang penulisan, penerjemahan, dan penerbitan di dalam dan di luar negeri.

Ilyassa Wijaya Kusumah - BSA UIN Bandung
Resensi buku oleh Ilyassa Wijaya Kusumah

Salah satu karya Anton Kurnia adalah buku “Ensiklopedia Sastra Dunia” yang saya bahas kali ini. Sebuah ensiklopedia sederhana pengantar menjelajah khazanah sastra dunia, memuat ikhtisar sejarah sastra dunia sejak ribuan tahun lampau, profil 335 sastrawan terkemuka dari pelbagai penjuru dunia dan zaman. Dilengkapi dengan informasi tentang proses kreatif dan karya mereka. Juga terdapat beragam data tentang karya-karya terbaik seoanjang masa dan sejumlah hadiah sastra terkemuka dilima benua. Diantaranya Hadiah Nobel Sastra, Man Booker Prize, dan Pulitzer Prize.

Banyak biografi para sastrawan beserta kisah perjalannya yang unik dan menarik dalam mengarungi dunia sastra. ada sastrawan yang memiliki dua profesi bahkan lebih, diantaranya pada halaman 43 terdapat biografi Anton Chekhov yang merupakan cerpenis dan dramawan terkemuka dunia asal Rusia dengan gaya khasnya yang memadukan naturalisme  dengan simbolisme. Ia juga berprofesi sebagai dokter. Ia berkata bahwa “sastra adalah kekasihku, sedangkan dunia kedokteran adalah istriku”. Kemudian di halaman 44 ada seorang tokoh yang dikenal sebagai filsuf besar Yunani kuno yang ternyata ianya juga merupakan kritikus sastra Yunani kuno yaitu Aristoteles (384-322 SM). Puitika merupakan karya Aristoteles yang menjadi kitab klasik dalam kritik sastra. Setelah diterjemahkan dimana-mana, buku ini menjadi teks penting dalam kritik sastra yang berpengaruh diberbagai sudut eropa.

Para sastrawan hebat ini, ada juga yang menjadi pelopor sebuah gerakan atau pelopor gaya dalam karya sastra. Diantaranya di halaman 155 ada James Joyce (1882-1941), novelis terkemuka dunia kelahiran Irlandia yang merupakan pelopor prosa modern. Salah satu karya pentingnya adalah Ulysses yang dinobatkan sebagai novel terbaik yang terbit pada abad kedua puluh oleh majalah International Time Dan Modern Library. Kemudian di halaman 262 ada ruben Dario (1867-1916), penyair besar nikaragua, pelopor aliran moderniso dalam sastra amerika latin pada akhir abad kesembilan belas. Gerakan modernismo atau modernisme timbul dari sebuah kesadaran akan perlunya menjadi “modern”, berkaitan dengan nilai-nilai kemajuan yang berkembang di Eropa.

Sastrawan Indonesia yang paling terkemuka dan paling dikenal di dunia internasional adalah Pramoedya Anata Toer (1925-2006), yang menjadi kandidat pemenang hadiah nobel sastra. Ia juga dianggap sebagai salah seorang penulis poskolonial yang patut diperhitungkan, terutama melalui tetralogi novel bumi manusia, anak semua bangsa, jejek Langkah, dan rumah kaca (1980-1987). Karya-karya yang seluruhnya berjumlah enam puluhan buku telah diterjemahkan kedalam sekitar empat puluh Bahasa diseluruh dunia, dianyatanya: Bahasa Yunani, rusia, swedia, spanyol, Vietnam, dan ceko. Pramoedya wafat di Jakarta dalam usia 81 tahun pada 30 april 2006 dengan meninggalkan sebuah karya yang tak selesai, Ensiklopedia Kawasan Indonesia. Menanggapi wafatnya Pramoedya Ananta Toer, novelis terkemuka Inggris asal Pakistan yang juga editor jurnal New Left Review, Tariq Ali, menulis dalam counter punch, 2 mei 2006, “kematian Pramoedya Ananta Toer di Jakarta 30 april 2006, adalah kehilangan besar bagi kesusastraan dunia. Dialah intelektual Indonesia terkemuka, sekaligus penulis fiksi yang genius.

Selain Pramoedya Ananta Toer, tokoh sastrawan Indosnesia yang mendunia lainnya dikenalkan pada halaman 83 yaitu Eka Kurniawan. Eka kurniawan merupakan pengarang Indonesia dengan reputasi internasional; salah satu novelis asia yang paling menonjol dipentas dunia saat ini. Situs majalah berkala terkemuka New York Review of Books menyebut Eka sebagai “anak sastrawi dari Gunter Grass, Gabriel Garcia Marquez, dan Salman Rushdie”, sedangkan Le Monde berpendapat bahwa dimasa depan para juri hadiah nobel sastra layak membri Eka hadiah bergengsi yang tak pernah diterima oleh Indonesia. Eka juga masuk dalam “Global Thinkers of 2015” versi jurnal internasional Foreign Policy. Pada September 2018, eka menjadi salah satu pemenang dari Pince Claus Award 2018 yang diselenggarakan oleh kerajaan Belanda. Hingga kini karya-karyanya telah diterjemahkan kelebih dari tiga puluh bahasa diseluruh dunia dan diterbitkan di lima benua. Diantara karyanya adalah novel cantik itu luka, lelaki harimau, dan dendam cinta harus dibayar tuntas. Keberhasilan itu ditunjang oleh agen hak cipta Eka yang memiliki reputasi bagus, yakni Pontas Agency yang berpusat di Barcelona Spanyol. Bisa dibilang, saat ini Eka Kurniaan adalah sastrawan Indonesia tersukses di pentas dunia setelah Pramoedya Ananta Toer.

Dalam buku ini juga dituangkan karya-karya terbaik dari halaman 320-350. Diawali dengan 100 karya sastra terbaik sepanjang masa yang dipilih oleh 100 penulis terkemuka dari 54 negara, dan diumumkan diharian terkemuka Inggris, The Guardian, 8 mei 2002.

Ada juga daftar 100 novel terbaik yang ditulis dalam Bahasa Inggris dan diterbitkan sepanjang abad kedua puluh menurut dewan editor Modern Library yang beranggotakan sejumlah pengarang, kritikus sastra dan intelektual ternama, antara lain Salman Rushdie Dan Joyce Carol Oates.

Kemudian terdapat daftar yang memuat 100 buku sastra terpilih yang ditulis oleh para perempuan dalam bahasa Inggris sepanjang abad kedua puluh. Pemilihan dilakukan oleh feminista! yang merupakan sebuah jurnal feminisme yang terbit di Amerika Serikat.

Ditambah lagi dengan daftar 100 novel terhebat sepanjang masa versi situs www.greatbooksguide.com. Daftar ini memuat banyak karya yang lebih baru ketimbang daftar legendaris yang dibuat oleh Modern Library dua puluh tahun silam. Salah satunya jude the obscure Thomas hardy yang didalamnya terdapat kutipan kritik yaitu “do not do an immoral thing for moral reasons/ jangan melakukan hal yang tak bermoral karena alasan moral”.

Sejumlah daftar karya sastra terbaik ini diakhiri dengan memperkenalkan 100 tokoh fiksi paling mengesankan yang terbit sejak 1900 menurut Book Magazine. Salah satunya adalah Tarzan, Tarzan of the apes, Edgar Rice Burroughs, 1914 (telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia).

Selain daftar sejumlah karya sastra terbaik, dari halaman 351-446 buku ini diperkaya dengan sejumlah daftar hadiah sastra yaitu: Hadiah Nobel Sastra, The Man Booker Prize, The Man Booker International Prize, Costa Book Award (dulu Whitbread Book of the Year Award), Pulitzer Prize, National Book Award, National Book Critics Circle Award, O. Henry Award, The Neustadt International Prize For Literature, Prix Goncourt, Prix Femina, Priz Medicis, Premio Strega, Premio Viareggio, Franz Kafka Prize, Premio Camoes, Premio Cervantes, Premio Romua Gallegos, Fil Literary Award (dulu Juan Rulfo Prize), Hadiah Akutagawa, Tanizaki Prize, Internatonal Prize Of Arabic Fiction, Jerusalem Prize, Wole Soyinka Prize, Miles Franklin Award.

Penghargaan yang paling bergengsi dikancah internasional adalah hadiah nobel sastra yang diberikan setiap tahun sejak 1901. Masing-masing pemenang berhak atas hadiah berupa sebuah mendali emas dan piagam, serta sejumlah uang yang saat ini bernilai 10 juta krona atau setara dengan 16 miliar rupiah. Hadiah nobel sastra ini merupakan wasiat Alfred Bernhard Nobel (1833-1896), ilmuan Swedia yang menghibahkan harta warisannya untuk dana kemanusiaan. Dalam wasiatnya, Alfred Nobel menyatakan bahwa hadiah nobel sastra diberikan kepada “mereka yang telah menghasilkan karya utama dibidang kesusastraan”. Pengumuman pemenang dilakukan setiap bulan oktober dan penyerahan hadiah diadakan pada 10 desember di Stockholm Swedia.

Selama sejarahnya, beberapa kali pemberian hadiah nobel sastra absen karena perang (1914, 1918, 1940-1943). Dan sangat disayangkan, sejak hadiah nobel sastra diberikan pertama pada sastrawan Prancis Sully Prudhomme lebih seabad silam hingga saat ini tidak ada orang Indonesia yang pernah menjadi kandidat pemenang hadiah sastra paing terkemuka itu selain Pramoedya Ananta Toer, apalagi pemengnya. Hadiah sastra tentu saja bukan segala-galanya. Namun bagaimanapun, hadiah nobel sastra adalah sebuah tonggak pencapaian yang harus diakui wibawanya dalam peta sastra dunia.

Buku ini memang sangat informatif, kaya dengan pengetahuan sastra yang menarik dan berharga sebagai kunci pembuka pintu menuju semesta sastra dunia. Menyajikan biografi para sastrawan besar dunia secara garis besar dengan sistem susunan abjad dan juga terdapat indeks yang akan memudahkan para pegiat sastra dalam mencari sumber rujukan yang praktis. Selain itu, buku ini juga memberi solusi bagi para peminat baca yang kebingungan dalam memperiotaskan bacaannya dalam karya sastra dengan memperkenalkan sejumlah karya sastra terbaik dari khazanah sastra dunia.

Dalam buku ensiklopedia sastra dunia ini lebih banyak mengenalkan biografi para sastrawan dunia dengan porsi 296 halaman. Akan tetapi belum terdapat daftar metode-metode penelitian sastra, ragam kritik sastra, jenis-jenis gaya bahasa dalam karya sastra, karakteristik karya sastra dari berbagai periode atau hal-hal yang berkaitan lainnya. Selain itu, dalam buku ini tidak terdapat catatan kaki yang sangat diperlukan untuk memberikan penjelasan tambahan terhadap istilah-istilah tertentu.

Buku ini bisa dibaca dan digunakan oleh beragam kalangan secara luas: pecinta buku, peminat sastra, penulis, kaum akademisi atau pembaca awam. Beberapa cerita yang melegenda di dunia dari setiap pengarangnya dituangkan sebagai gambaran karya sastra gaya kuno. Didalamnya juga terdapat kutipan-kutipan favorit yang dicuplik dari 100 novel terhebat sepanjang masa dengan gaya bahasa yang berbeda-beda.