Belajar Ilmu Mantiq lewat Sulam Al Munawaraq

Posted on

Judul Buku          : Sulam al-Munawraq

Penyusun            : Darul Azka

Editor                    : Zawjie SaHiLa Setting, Lay Out & Design Cover

Penerbit              : Santri salaf press

Cetakan               : Kedua Tahun 2013 M

Tebal                     : 134 hal

ISBN                      : 978-602-1207-03-1

Peresensi           : Asep Nandang S. (Mahasiswa BSA semester 2 tahun 2020)

 

Manusia merupakan makhluk sosial yang diciptakan oleh Allah swt dan dianugrahi akal beserta fikiran sebagai lentera bagi kehidupan di dunia hingga sampainya di akhirat kelak. Untuk keselamatan dan kebahagiaan yang di inginkan setiap insan, di utuslah seorang panutan dan teladan bagi seluruh alam sebagai imam yang jujur, bijak dan perkasa ialah sang baginda rasul Muhammad SAW. Dengan risalah agung yakni agama Islam yang telah disempurnakan untuk umat manusia, Sebagai jalan menuju keselamatan yang hakiki, yakni kenikmatan yang sempurna tiada tara dan bandingan, sebagai balasan terindah umat beragama yakni surga yang kekal abadi.

Asep Nandang - BSA UIN Bandung
Resensi buku oleh Asep Nandang

Dijadikanlah kitab suci Al-quran dan Hadits sebagai pedoman bagi seluruh umat manusia yang membantu dan mendorong akal fikiran manusia. Maka jadilah orang yang senantiasa mengamalkan Al-Quran dan Sunnah, yang didukung dengan pemahaman-pemahaman yang benar dan bijak berdasarkan ilmu pengetahuan bukan nafsu keinginan.

Buku ini merupakan suatu karya yang memodernisasi sebuah kitab klasik sebagai jalan bagi para pemula yang ingin memperdalam ilmu mantiq, Yang mana ilmu mantiq (filsafat) merupakan suatu ilmu yang sangat populer di dunia, baik dikalangan umat islam maupun non muslim, Ilmu ini banyak di pakai dan dikaji oleh para ilmuan. Berdasarkan sejarah ilmu ini berasal dari yunani dan dan berkembang pesat pada abad ke 2 M. Tak bisa dipungkiri ilmu ini hampir merasuki segala cabang ilmu pengetahuan, mulai dari kedokteran, astronomi, tauhid dan bahkan ilmu sastra.

Dalam kajian sastra, buku ini sangat membantu kita dalam memahami sebuah teks, dimulai dari teks yang mudah dipahami sampai teks yang dibilang sukar untuk dipahami, sehingga kita dapat lebih merasakan kekayaan makna yang terkandung dalam sebuah teks yang kita dapatkan baik secara tulisan ataupun ucapan, Selain itu kita juga bisa mengetahui kebenaran dari sebuah infomasi berdasarkan logika dan nalar kita. Oleh karena itu kita bisa memahami Al-Quran, hadis dan semua jenis informasi degan berdasarkan ilmu dan logika yang mendekatkan pada kebenaran.

Seseorang bisa tersesat dikarnakan pemahamannya yang tidak tepat. Sebagaimana yang sering kita dengar mengenai sebuah redaksi pada hadits nabi  yaitu:

فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

Hadis ini menjadi perdebatan dikalangan para ulama, Bukan karena haditsnya yang salah, Akan tetapi karena pemahaman yang berbeda dalam memaknai sebuah teks. Ada yang memaknai bahwa semua bidah itu sesat tampa pengecualian, dan adapula yang memaknai kebanyakan bidah itu sesat dengan beberapa yang ter kecualikan.

Dilihat dari teks hadits tersebut yang mencantumka kalimat kull. Pada buku ini kull diklasifikasikan menjadi dua bagian,yakni:

  1. kull majmu’: kull yang menghukumi kumpulan dari individu atau kumpulan dari sebagian individu. Dalam arti, hukum ditetapkan pada saat individu-individu tersebut berkumpul. Cotohnya seperti “lima orang tentara dapat mengangkat batu besar”, yang artinya, batu itu akan terangkat oleh lima orang tentara bukan oleh perorangan dari kelima orang tersebut.

  1. kull jami’: kull yang menghukumi sebagian individu. Dalam arti, hukum ditetapkan untuk sebagian saja bukan keseluruhan dari sebuah kelompok. Contohnya “Penduduk desa ini adalah ulama” , yang artinya hukum ulama ditetapkan untuk sebagian penduduk saja.

Berdasarkan pengklasifikasian tersebut, maka penetapan hukum dlolalah (sesat) pada redaksi hadits diatas lebih rasional ketika menggunakan kull jami’, karena adanya beberapa bid’ah yang yang hasanah (baik). Sebagaimana bid’ah ketika umat muslim mengerjakan shalat tarawih berjamah.

Contoh penerapan kull diatas merupakan kajian kesastraan, yang berhubungan dengan Aqidah (keyakinan) dalam segi makna dan pemahaman. Yang harus kita terapkan ketika mengkaji sebuah redaksi, karna bisa berakibati fatal ketika salah dalam menafsirkan sebuah teks apalagi yang berhubungan dengan Al-Quran maupun hadits.

Selain penerapan kull, dalam buku ini terdapat bahasan mengenai natijah (konklusi). Natijah secara etimologi yaitu buah, sedangkan secara terminologi yaitu, kesimpulan yang tercetus akibat diterimanya kombinasi dua pernyataan, Kita bisa lebih bijak dalam memutuskan suatu perkara, dikarenakan penerapannya yang sistematis dan strukturalis. Dengan mengkombinasikan dua bagian pernyataan, yaitu:

  1. Muqodimah Sughro (premis minor): Merupakan sebuah bahan kecil untuk terbentuknya simpulan.
  2. Muqodimah Kubro (premis mayor): Merupakan sebuah bahan besar untuk terbentukya simpulan.

Contoh penerapan natijah:

  • Premis Minor: Alam semesta adalah sesuatu yang berubah-
  • Premis Mayor: Setiap hal yang berubah ubah adalah makhluk.
  • Konklusi: Alam semesta adalah makhluk.

Buku ini dilengkapi dengan istilah-istilah ilmiah modern. Yang mempermudah sekaligus memperkaya bagi setiap orang yang membaca dan mengkaji mantiq (filsafat), Bahasa yang digunakannya pun sangat simpel, singkat, padat, jelas dan menarik. Dilengkapi dengan penguraian kasus-kasus dan contoh-contoh masalah yang cukup jelas dan masuk akal, oleh karna itu buku ini cocok digunakan bagi para pemula yang barusaja mengenal disiplin ilmu mantiq, baik dikalangan santri ataupun pelajar umum lainnya.

Tidak bisa dipungkiri dengan contoh dan penjelasan yang singkat, bagi sebagian orang biasanya ada yang merasa kurang puas dan kurang mengerti mengenai maksud dari materi yang berada pada buku tersebut, karena sebuah buku yang berisikan keilmuan akan lebih mudah dicerna akal apabila diiringi dengan pemaparan yang jelas dan sistematis. Tak heran buku ini  membutuhkan keseriusan dalam mempelajari dan memahami maksud-maksud yang terkandung.