Language and Mind: Let’s Get the Issues Straight!

Posted on

Judul buku : Pemahaman dan Kajian Psikolinguistik

Penulis : Fatma Hidayati, dkk

Penyunting Awal : Husni Dwi Syafitri, Achmad Sultoni, Giovani Lumban Gaol

Penyunting Akhir : Aji Adhitya Ardanareswari

Penyunting Penyelia : Sumarlam

Penerbit : bukukatta

Tahun Terbit : 2017

Cetakan : Pertama, Februai 2017

Tebal : 270 Halaman

ISBN : 978-602-0947-55-6

Oleh: Indah Dahlia (Mahasiswa Semester 2 Tahun 2020 Prodi BSA UIN Bandung)

Dari sekian banyaknya buku, saya memilih buku ini untuk diresensi. Dilatarbelakangi dari kesadaran saya sebagai mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab yang bisa dibilang baru mengenal bahasa Arab, mengalami kesulitan dalam mempelajari bahasa kedua atau bahasa asing memang hal yang pasti akan dialami, tetapi bukan berarti belajar bahasa kedua apalagi bahasa Arab itu sulit. Kesalahan yang timbul saat mempelajari bahasa Arab menunjukkan bahwa peran psikolinguistik dalam pembelajaran bahasa Arab sangat penting. Peranan Psikolinguistik itu nampak diantaranya saat dilakukan upaya untuk mengidentifikasi faktor-faktor kegagalan dan kesalahan dalam belajar bahasa Arab serta dapat juga digunakan sebagai alat untuk memecahkan masalah-masalah dan persoalan (problem solving) yang timbul pada konteks pembelajaran bahasa Arab. Adanya buku ini membantu untuk mengatasi berbagai kesulitan dalam mempelajari bahasa Arab. 

Indah Dahlia BSA UIN Bandung
Resensi Buku Oleh Indah Dahlia

Prof. Dr. Sumarlam, M.S., lahir di Klaten, 9 Maret 1962. Pada tahun 2001, ia menyelesaikan Pendidikan Doktor Linguistik di Universitas Padjadjaran Bandung. Tahun 2011 mendapat gelar Guru Besar Linguistik/Sintaksis, pada Fakultas Sastra dan Seni rupa (sekarang Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Sebelas Maret Surakarta. Telah banyak karya-karyanya berupa buku, penelitian, dan artikel pada Seminar Nasional maupun Internasional yang telah dipublikasikan. Buku ini merupakan salah satu capaian mahasiswa Universitas Sebelas Maret dalam memenuhi mata kuliah Psikolinguistik pada Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Pascasarjana.

 

Fenomena bahasa dan berbahasa adalah hal yang erat kaitannya dengan kehidupan manusia. Bahasa merupakan kajian ilmu linguistik di mana ia dipelajari sebagai bahasa yang mencakup beberapa komponen: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik. Sedangkan berbahasa merupakan kajian psikolinguistik yang mengkaji kegiatan manusia dalam memperoleh (acquitation), meresepsi (reception) dan memproduksi (production) bahasa. Berbahasa dimulai dari enkode semantik dan sintaksis dalam otak penutur dan berujung pada dekode semantik dan dekode sintaksis dalam otak pendengar. Hasil kajian psikolinguistik banyak dimanfaatkan dalam memahami pemerolehan bahasa pertama maupun dalam pembelajaran bahasa kedua atau bahasa asing. Pasalnya, ruang lingkup kajian psikolinguistik sangat bermanfaat bagi pembelajaran bahasa.

 

Buku ini terdiri dari 9 bab yang menjelaskan pembahasan secara detail dan sistematis sehingga membuat buku ini mudah dipahami. Pada bab pertama, memperkenalkan pengertian dan ranah kajian psikolinguistik. Dalam bab ini membahas pengertian psikolinguistik dari beberapa sudut pandang, baik secara etimologi maupun pengertian menurut para ahli psikolinguistik. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa psikolinguistik merupakan suatu disiplin ilmu yang mempelajari penggunaan bahasa seseorang. Penggunaan bahasa tersebut yaitu tentang pengetahuan bahasa, pemakaian bahasa, perubahan bahasa, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan bahasa serta proses kejiwaan seseorang. Pada dasarnya objek dari psikolinguistik adalah bahasa yang berproses pada jiwa manusia baik berupa bahasa, gejala jiwa, dan hubungan di antara keduanya.

 

Bab kedua memaparkan tiga bidang utama psikolinguistik, yakni psikolinguistik umum, perkembangan, dan terapan. Psikolinguistik umum yaitu suatu studi mengenai bagaimana pengamatan atau persepsi orang dewasa tentang bahasa dan bagaimana ia memproduksi bahasa. Psikolinguistik perkembangan yaitu suatu studi psikologi mengenai perolehan bahasa pada anak-anak dan orang dewasa, baik perolehan bahasa pertama (bahasa ibu) maupun bahasa kedua. Psikolinguistik terapan adalah aplikasi dari teori-teori psikolinguistik dalam kehidupan sehari-hari pada orang dewasa ataupun pada anak anak.

 

Gramatika dari sudut pandang psikiolinguistik dipaparkan pada bab 3. Salah satu kajian yang dikupas dalam psikolinguistik adalah gramatika atau tata bahasa psikolinguistik dengan ilmu lain. Dasar dari kajian ini adalah analisis tentang pengolahan bahasa dalam diri manusia hingga menunjukkan hasil yang diinginkan. Hasil yang diwujudkan dalam bidang gramatika psikolinguistik ini adalah berupa ujaran yang didapatkan dari proses mendengarkan bunyi dan diproses oleh otak.

 

Bagian paling menarik ada pada bab ini, karena bab ini membahas tentang pemerolehan bahasa. Penguasaan bahasa oleh seseorang merupakan hal yang penting karena dapat digunakan sebagai media untuk berkomunikasi. Proses pemerolehan bahasa dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pemerolehan dan pembelajaran bahasa. Dardjowidjojo menjelaskan bahwa istilah pemerolehan (language acquisition) merupakan proses penguasaan bahasa yang diperoleh anak secara natural pada waktu belajar bahasa ibu (native language). Berbeda dengan learning yang memiliki padanan kata pembelajaran yang cenderung mengarah ke pemerolehan bahasa kedua. Pada bab ini disajikan teori pemerolehan bahasa pertama pada anak khususnya batita yang meliputi pemerolehan fonologi, morfosintaksis, leksikon, dan pragmatik. Selanjutnya dibahas pemerolehan bahasa kedua yang mencakup proses dan fakta yang mempengaruhinya. Pemerolehan bahasa menarik karena secara teori dan fakta empiris menunjukkan proses pemeroleham bahasa antara seseorang dengan yang lainnya memiliki perbedaan.

 

Pembelajaran bahasa dengan mempertimbangkan faktor-faktor linguistik diuraikan pada bab 5. Bab ini membahas mengenai pemerolehan bahasa kedua setelah seorang anak mendapatkan bahasa pertama. Bahasa kedua hanya dapat dikuasai apabila terdapat proses pembelajaran bahasa. Berbeda dengan bahasa pertama yang diperoleh melalui pembiasaan alamiah di dalam keluarga. Bab ini membahas mengenai pembelajaran bahasa kedua melalui jalur informal. Intelegensi linguistik merupakan kemampuan untuk menggunakan dan mengolah kata-kata secara efektif, baik secara lisan maupun tertulis. Bab ini menyinggung mengenai kaitan antara kecerdasan (intelegensi) secara umum dan pemerolehan, pemahaman, persepsi, atau produksi bahasa. Kematangan kognisi juga terkait dengan pemeroleham dan pembelajaran bahasa, terutama bahasa kedua. Bab ini juga membahas mengenai pengaruh psikis terhadap pembelajaran bahasa.

 

Bab 6 membentangkan baku kait antara bahasa, pikiran dan budaya. Bahasa dapat diartikan sebagai media komunikasi atau wujud untuk mengekspresikan sikap dan perasaan manusia. Manusia dapat menyampaikan segala hal yang berkecamuk dalam hati dan pikiran, tidak hanya dengan gerak-gerik tubuh tetapi juga dengan bahasa lisan maupun tulisan. Berpikir adalah aktivitas mental manusia. Dalam proses berpikir manusia merangkai pola sebab akibat, menganalisisnyaa dari hal-hal yang khusus atau dari hal-hal yang umum ke yang khusus. Sedangkan budaya atau kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran manusia, berpengaruh pada tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia.

 

Bab 7 berisi pemetaan pikiran serta kegunaan praktisnya. Kajian psikolinguistik tidak terlepas dari manusia sebagai insan yang memiliki kemampuan untuk berpikir. Daya pikir dapat dijadikan salah satu sarana problem solving atas segala permasalahan hidup yang dihadapi. Pada bab ini, untuk mengetahui seluk beluk peta pikiran dan mendalami pemahaman mengenai peta pikiran, penulis membahas tentang peta pikiran (mind mapping) yang terdiri dari tiga sub yaitu: otak dan pikiran, peta pikiran, dan hubungan peta pikiran dengan kemampuan berbahasa.

 

Bab 8 dan 9 mengemukakan beberapa contoh gangguan berbahasa seperti autis, disfasia, dan latah serta down syndrome dan demensia.

 

Buku ini disajikan secara detail dan sistematis. Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan media grafis seperti tabel, skema, dan gambar. Media grafis dapat menarik perhatian pembaca, memperjelas sajian ide, dan mengilustrasikan fakta-fakta sehingga menarik dan diingat orang. Oleh karena itu buku ini memudahkan pembaca untuk memahami teori-teori yang dipaparkan. Sayangnya, buku ini langka di pasaran karena memang buku psikolinguistik di Indonesia belum begitu banyak.

 

Buku Pemahaman dan Kajian Psikolinguistik ini disajikan untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dan dosen yang mengkaji dalam bidang interdisipliner antara linguistik dan psikologi (psikolonguistik). Buku ini juga dapat menjadi referensi bagi para peneliti, pemerhati, peminat dan pengajar psikolinguistik.

 

Materi bahasa merupakan objek kajian dari linguistik. Pembelajaran bahasa juga berkenaan dengan masalah kegiatan berbahasa. Sedangkan kegiatan berbahasa itu bukan hanya berlangsung secara mekanistik, tetapi juga berlangsung secara mentalistik, artinya sebagai proses yang berkenaan dengan mental (otak). Oleh karena itu dalam kaitannya dengan pembelajaran bahasa termasuk juga dalam pembelajaran bahasa Arab maka studi kebahasaan (linguistik) perlu dilengkapi dengan studi antardisipliner, khususnya antara linguistik dan psikologi yang lazim disebut psikolinguistik. Selain itu psikolinguistik juga menjadi media pengidentifikasi masalah dan langkah penyelesaian masalah terutama dalam pemerolehan bahasa kedua atau bahasa asing.