Mengenal Aspek Dasar Ilmu Mantiq

Posted on

Judul Buku : Mantik, Kaidah Berpikir Islami

Pengarang : Syukriadi Sambas

Penerbit : Remaja Rosdakarya Bandung

Tahun Terbit : 1996

Cetak : Pertama September

Dimensi Buku : Pola Pikir Ilmiah

Jumlah Halaman : 169

ISBN : 9795145932

Oleh: Ressa Rijalul Mimbar Alawy (Mahasiswa BSA Semester 2 Tahun 2020)

Ressa Rijalul Mimbar Alawy
Resensi Buku Oleh Ressa Rijalul Mimbar Alawy

Penulis dilahirkan di babakan raden Cariu, Bogor, tanggal 6 Maret 1953. Pendidikan formalnya: Sekolah Madrasah Al-Khaeriyah di Bogor tahun 1968, Madrasah Al-Baqiyatus Shalihat di Cibogo Bekasi tahun 1971, SP IAIN di Bogor tahun 1974, Sarjana muda Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Gunung Jati Bandung tahun 1977, sarjana lengkap (Drs) jurusan dakwah Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Gunung Jati Bandung tahun 1981. Program pascasarjana BKU komunikasi UNPAD Bandung. Kegiatan berorganisasi di antaranya pada organisasi intra sekolah tahun 1974, ketua umum KS SP IAIN Bogor, 1976, ketua umum ( pendiri) Corps Dakwah senat mahasiswa (CSDM) fakultas ushuluddin IAIN Sunan Gunung Jati Bandung, biro pembinaan anggota IPHI Jawa barat, ketua umum Amsi Jawa barat, komisi organisasi MUI Jawa barat, dan anggota Majlis Pemuda daerah Jawa barat. Selain itu, penulis juga seorang dosen IAIN Sunan Gunung Jati Bandung untuk mayta kuliah Ilmu Dakwah.

Isi buku tersebut membahas tentang pentingnya penguasaan kaidah berpikir ilmiah. Karena bagaimana pun, yang disebut ilmiah itu berkaitan dengan syarat-syarat ilmu pengetahuan, untuk meraih kebenaran. Kaidah berpikir untuk menghasilkan produk berpikir yang ilmiah itu, dalam khazanah keislaman, dikaji dalam ilmu Mantik.

Pengertian ilmu mantik telah dirumuskan oleh para ulama dengar rumusan yang berpareasi meskipun maksudnya sama, yaitu mengungkapkan makna mantik sebagai suatu kata yang dibakukan untuk nama suatu disiplin ilmu.

Objek kajian ilmu mantik menurut Al-Ghazali ialah berkenaan dengan batasan (hadd) dan silogisme (qiyas) serta hal-hal yang berkaitan dengan keduanya.

Tujuan dan manfaat ilmu mantik menurut Muhammad Nur Al-Ibrahimi:

  1. Melatih, mendididik, dan mengembangkan potensi akal dalam mengkaji objek pikir dengan menggunakan metodologi berfikir.
  2. Menempatkan persoalan dan menunaikan tugas pada situasi dan kondisi yang tepat.
  3. Membedakan proses dan kesimpulan berpikir yang benar (hak) dari yang salah (batik).

Kelebihan isi buku tersebut ialah menggunakan bahasa dan istilah yang mudah dipahami, sehingga dapat memudahkan bagi para pelajar atau mahasiswa dalam mengatasi kesulitan dalam mempelajari ilmu mantik.

Buku ini layak untuk dibaca dan dipelajari, khususnya para pelajar atau Mahasiswa, dalam  penguasaan kaidah berpikir ilmiah, dengan segala kekurangan isi buku tersebut.