Belajar Sejarah & Kedudukan Bahasa Indonesia

Posted on
Judul Buku Bahasa Indonesia 1
Penulis Uyu mu’awwanah, M.Pd
Jumlah Halaman 227 Halaman
Tahun Terbit 4, Agustus 2018
Cetakan Ke Kesatu
Penerbit Madani Publishing
ISBN 9-786021-026151

Oleh: Muhammad Mutasimbillah* (mutasimbillah830@gmail.com)

Bahasa merupakan suatu hal  yang penting dalam pelaksanaan kegiatan kita sehari-hari, karena dengan bahasa kita dapat berkomunikasi dengan orang lain baik itu secara lisan maupun tulisan. Bahasa Indonesia merupakan salah satu contoh dari banyaknya bahasa yang ada didunia yang dijadikan sebagai pelajaran yang wajib untuk dipelajari baik itu di negara Indonesia maupun di negara asing.

Muhammad Mutasimbillah
Resensi Buku Oleh Muhammad Mutasimbillah

Akan tetapi dengan seiringnya perkembangan zaman, maka sekarang sudah banyak muncul istilah-istilah baru di Indonesia, sehingga ada beberapa kata serapan serta istilah yang berubah dan bertambah sehingga banyak kosa kata yang harus direvisi.  Oleh karena itu kita memperlukan sebuah buku bahasa Indonesia, dan juga kamus bahasa Indonesia untuk mempelajarinya.

Bahasa Indonesia selain sebagai pengantar dalam dunia pendidikan juga sebagai bahasa yang resmi dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan serta teknologi modern. Konsekuensi tersebut menjadikan bahasa Indonesia menjadi Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) di perguruan tinggi dengan tujuan untuk tercapainya pemakaian bahasa Indonesia yang cermat, tepat, dan juga efisien dalam berkomunikasi.

Oleh karena itu, untuk mewujudkan tujuan tersebut maka mahasiswa perlu dibekali berbagai keterampilan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Buku referensi mata kuliah Bahasa Indonesia yang sudah banyak digunakan oleh Mahasiswa lebih banyak aspek teoritis kebahasaan. Berdasarkan hal tersebut maka disusunlah buku Bahasa Indonesia Umum sebagai referensi atau rujukan utama dalam kegitan perkuliahan.

Buku bahasa Indonesia yang ditulis oleh Uyu Mu’awwanah, M.Pd. Pada bab 1 ini terdapat dua sub bab yang terdiri dari “Sejarah” dan “Kedudukan Bahasa Indonesia”. Pada materi sub bab “Sejarah” dijelaskan mengenai tentang awal mula sejarah mengapa bahasa Indonesia bisa menjadi bahasa resmi bangsa Indonesia, terdapat pula alasan mengapa bahasa Melayu menjadi bahasa persatauan, yaitu bahasa Indonesia, yang kemudian di bab ini juga dijelaskan mengenai beberapa peristiwa penting yang mengandung arti dalam sejarah perkembangan bahasa Indonesia.  Dimulai dari peristiwa pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1901,  hingga diresmikannya penggunaan Ejaan pada 16 Agustus 1972 oleh Presiden Republik Indonesia Soeharto.

Di sub bab “Kedudukan Bahasa Indonesia” dijelaskan bahwa Bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang penting bagi bangsa Indonesia yang tercemin pada ikrar Sumpah Pemuda, 20 Oktober 1928, dan UUD 1945 Bab XV Pasal 36. Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia memiliki fungsi sebagai :

  1. Lambang kebanggaan nasional
  2. Lambang identitas nasional.
  3. Alat pemersatu masyrakat yg berbeda latar budaya.
  4. Alat perhubungan antarbudaya & latar budayanya.

Selain bahasa nasional, bahasa Indonesia memiliki kedudukan sebagai bahasa negara, berfungsi sebagai : bahasa resmi kenegaraan, bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan, sebagai bahasa resmi di dalam perhubungan pada tingkat nasional utk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan, dan sebagai bahasa yang resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi modern.

Materi yang disampaikan pada bab ini sudah sangat jelas, dan lengkap sehingga pembaca dapat lebih mudah memahaminya. Namun pada sub bab sejarah, materi tentang “peristiwa penting perkembangan bahasa Indonesia” dijelaskan secara acak sehingga tidak sesuai urutan kapan peristiwa itu terjadi.

Di buku ini dijelaskan bahwa kata “ejaan” berasal dari kosa kata bahasa Arab “hijs”. Yang menjadi eja yang mendapat akhiran-an, dan menjadi ejaan sampai disempurnakan menjadi EYD atau ejaan yang disempurnakan pada tahun 1947. Ejaan yang disempurnakan ini (EYD) merupakan ejaan yang disempurnakan dari ejaan Republik atau ejaan Soewandi. Akan tetapi ada beberapa materi yang kurang dalam penyampainnya, seperti :

  1. Bagaimana penggunaan tanda baca yang sesuai.
  2. Perbedaan antara tanda petik tunggal (‘…’) dengan tanda petik ganda (“…”).

Walaupun masih ada beberapa yang kurang, penyampaian materi yang diberikan masih terbilang lengkap dan sangat jelas sehingga mudah untuk dipahami.

Materi yang disampaikan pada bab tiga ini terdiri dari “pengertian kalimat”, “unsur unsur yang ada di dalam kalimat” seperti paragraf, subyek, obyek, pelengkap, dan juga keterangan. Pada bab ini juga dijelaskan mengenai pola kalimat dasar dan pengertian kalimat efektif, dan ciri-ciri kalimat efektif.

Ada beberapa kutipan yang menjelaskan tentang pengertian kalimat diantaranya yaitu menjelaskan bahwa kalimat ialah satuan bagian ujaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan sedangkan intonasinya menunjukkan bahwa bagian ujaran itu sudah lengkap. [1] unsur sebuah kalimat tyang terdiri subjek, predikat, objek, dan keterangan ini dapat menjadi sebuah acuan atau patron dalam membuat sebuah kalimat. Disini juga dijelaskan mengenai kalimat efektif dan ciri-cirinya yang terdiri dari : kesepadanan, keparelan, ketegasan, kehematan, kecermatan, kepaduan, dan juga kelogisan. Materi yang disampaikan sangatlah jelas dan lengkap mengenai Kalimat, unsur-unsur mengenai kalimat, dan juga kalimat efektif , disini juga dikasih beberapa contoh mengenai materi yang dijelaskan sehingga memudahkan mahasiswa dapat memahami materi yang dipaparkan di buku tersebut.

Ada beberapa pendapat mengenai pengertian dari paragraf diantaranya yaitu menjelaskan bahwa paragraf merupakan bagian karangan atau tulisan yang membentuk satu kesatuan pikiran atau ide ataupun gagasan, yang dimana dalam setiap paragraf dikendalikan oleh satu ide pokok. Kemudian pada materi juga menjelaskan empat unsur dalam paragraf yang terdiri dari, (1) kalimat utama, (2) kalimat penjelas, (3) kalimat penegas, (4) kalimat transisi.

Struktur Paragraf terdiri dari 3 paragraf, yaitu :

  1. Paragraf deduktif : yaitu paragraf yang diawali kalimat topik kemudian diakhiri oleh kalimat penjelas.
  2. Paragraf induktif : merupakan paragraf yang diawali kalimat penjelas dan diakhiri oleh kalimat topik.
  3. Paragraf abduktif : adalah paragraf yang kalimat topiknya berada diawal dan diakhir kalimat dengan fungsi diakhiri paragraf sebagai pengulang.

Pengertian perencanaan karangan sendiri yaitu semua tahapan persiapan penulis. Dalam merancang sebuah karangan terdapat tiga tahapan yaitu : pra-penulisan, penulisan, dan pasca-penulisan (revisi). Selain tahapan dalam membuat sebuah karangan, ada pula menjelaskan dari manfaat perencanaan karangan, penyusunan, struktur, kerangka karangan formal dan lainnya.  Kemudian pada bab ini juga dijelaskan langkah – langkah dalam penyusunan karangan yang terdiri dari 4 hal yaitu : perumusan tema, investarisasi topik, evaluasi, pengulangan. Dan diakhiri oleh penentuan syarat kerangka yang baik. Pada buku ini dijelaskan suatu kerangka dalam membuat karangan formal, sehinnga dapat membantu pembaca dalam membuat karangan yang bersifat formal.

Diksi ialah pilihan kata, yang maksudnya yaitu memilih kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu. Di dalam diksi sendiri memiliki beberapa fungsi yaitu diantaranya untuk mencapai target komunikasi yang efektif, membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat (secara resmi, resmi, dan tidak resmi) sehingga menyenangkan pendengar ataupun pembaca, diksi juga dapat melambangkan gagasan yang diekspresikan secara verbal. Selain menjelaskan tentang pengertian dan juga fungsi dari diksi, terdapat pula macam-macam  hubungan makna, dan makna kata.

Di dalam suatu karya ilmiah diperlukan sebuah notasi ilmiah,dianataranya berupa kutipan, agar karya ilmiah tersebut terlihat lebih ilmiah (terpecaya). Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang pengarang, atau ucapan seseorang yang terkenal, baik yang terdapat dalam buku-buku ataupun di majalah. Ada beberapa cara untuk mengutip yaitu, pertama kutipan langsung yang tidak lebih dari empat bari, kedua yaitu kutipan langsung yang lebih dari empat baris, dan ketiga kutipan yang tidak langsung. Di buku ini dijelaskan bagaimana cara mengutip dari sebuah sumber.

Catatan kaki adalah keterangan-keterangan atau teks karangan yang ditempatkan pada kaki halaman karangan yang bersangkutan. Biasanya dalam menulis sebuah karya ilmiah ataupun makalah, catatan kaki digunakan untuk memberikan kredit dari sumber tersebut. Kemudian selanjutnya diakhiri oleh bibliografi yaitu sebuah daftar yang berisi judul buku- buku, artikel-artikel yang mempunyai hubungan dengan sebuah karangan.

Konvensi naskah adalah penulisan naskah karangan ilmiah berdasarkan kebiasaan, aturan yang lazim, dan sudah disepakati. Aturan tersebut kemudian disesuaikan dengan karakteristik masing-masing perguruan tinggi tersebut, sehingga setiap kampus memiliki panduan untuk penulisan karya tulis bagi setiap mahasiswanya. Adapun format yg digunakan mulai dari penggunaan kertas, batas margin, spasi, bentuk, dan ukuran huruf.

Plagiarisme adalah mencuri gagasan, kata-kata, kalimat, atau hasil penelitian orang lain, dan menyajikannya seolah-seolah sebagai karya sendiri.

Plagiasi memiliki beberapa jenis seperti :

  1. Plagiarisme penuh atau plagiarisme lengkap: yang dimana seorang penulis menyalis sebuah konten dari sumber lain secara penuh.
  2. Plagiarisme Parsial: plagiarisme ini terjadi apabila ada seseorang menggabungkan data dari dua atau tiga sumber yang berbeda dalam karyanya.
  3. Mimimalis Plagiarisme: plagiarisme minimalistik dilakukan ketika seseorang memparafrase konten yg sama tetapi dalam aliran yang berbeda.
  4. Plagiarisme Mosaic: plagiarisme ini paling umum dilakukan oleh pelajar. Contoh dari plagiarisme mosaik terjadi sebagian besar karena kurangnya pengetahuan atau ketidaktahuan tentang plagiarisme, dan cara menghindarinya.

Transliterasi berasal dari bahasa Inggris transliteration yaitu pergantian huruf demi huruf dari abjad yang satu ke abjad yang lainnya. Transliterasi ini sendiri memiliki dua manfaat yaitu pertama untuk membantu umat Islam yang belum memahami huruf Arab. Dan kedua, dalam bidang keagamaan khususnya studi Islam.

Di materi ini juga dijelaskan secara lengkap mengenai pedoman dalam transliterasi Arab-Latin mulai dari : konsonan, vocal (tunggal dan rangkap), Maddah, Ta’marbutah, Syaddah, Kata sandang (di depan huruf syamsiah dan qamariah), Hamzah, Penulisan kata, Huruf kapital, hingga Tajwid.

Kelebihan dan Kekurangan Buku

Kelebihan Buku :

  1. Materi yang disampaikan pada buku ini sangat jelas dan juga mudah untuk dipahami oleh para pembaca, khususnya untuk mahasiswa.
  2. Materi yang disampaikan menggunakan bahasa yang lugas dan mudah dimengerti.
  3. Mampu memberikan informasi tentang cara menulis karya ilmiah yang baik dan benar dan kelak akan berguna bagi mahasiswa untuk menghadapi tugas akhir.
  4. Kertas yang digunakan menggunakan kualitas yang bagus.
  5. Buku ini dilengkapi dengan catatan kaki yang lengkap dan sesuai dengan penulisannya dengan aturan pencatatan kaki.
  6. Cover yang digunakan juga sangat bagus, yang dimana pada covernya dominan pada warna merah dan putih yang mencerminkan negara kita yaitu Indonesia.

Kekurangan Buku :

  1. Kurangnya contoh-contoh untuk memperdalam penjalasan yang dibahas.
  2. Bukunya terlalu tipis, tetapi materi yang disamapaikan sangat banyak yang kemudian menyebabkan materi yang disampaikan menjadi singkat dan tanpa dilengkapi detail-detail dari tiap bab maupun contoh dari tiap-tiap materi tersebut.

*Penulis adalah Mahasiswa BSA Semester 2 Tahun 2020